Prostat dan Masalahnya
Oleh : dr Sutopo Widjaja, MS
Fungsi prostat :
- menghasilkan cairan air mani untuk membantu kelancaran penyaluran sperma keluar dari penis
- mengatur penyaluran air seni dan air mani.
- Kontraksi otot prostat dan otot sekitarnya juga berperan dalam memompa air mani pada saat ejakulasi.
Untuk berfungsi baik, prostat memerlukan hormon pria, yaitu testosterone, khususnya dihidrotestosteron (DHT), yang terutama dihasilkan oleh testis. Sumber testesteron lain ialah kelenjar anak-ginjal (kelenjar adrenal) walupun jumlahnya kecil.
Anatomi Prostat
Prostat tumbuh membesar pada masa pubertas kemudian tidak mengalami perkembangan yang berarti sampai usia 40 tahun, setelah itu mulai tumbuh membesar secara perlahan.
Masalah prostat yang sering dihadapi oleh kaum pria ialah :
1. Peradangan (prostatitis)
2. Pembesaran prostat (Benign Postatic Hyperplasia = BPH)
3. Kanker prostat
1. Peradangan (prostatitis)
2. Pembesaran prostat (Benign Postatic Hyperplasia = BPH)
3. Kanker prostat
Prostatitis
Prostatitis adalah radang pada kelenjar prostat akibat infeksi bakteri. Merupakan gangguan prostat yang sering terjadi dan dapat terjadi pada pria usia muda.
Prostatitis adalah radang pada kelenjar prostat akibat infeksi bakteri. Merupakan gangguan prostat yang sering terjadi dan dapat terjadi pada pria usia muda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya prostatitis
1. Riwayat infeksi kandung kemih
2. Benign Postatic Hyperplasia (BPH) atau pembengkakan prostat.
3. Penyakit akibat hubungan seksual, seperti Gonore atau kencing nanah
4. Banyak minum alkohol
5. Makanan pedas
6. Cedera misalnya akibat bersepeda, angkat berat.
1. Riwayat infeksi kandung kemih
2. Benign Postatic Hyperplasia (BPH) atau pembengkakan prostat.
3. Penyakit akibat hubungan seksual, seperti Gonore atau kencing nanah
4. Banyak minum alkohol
5. Makanan pedas
6. Cedera misalnya akibat bersepeda, angkat berat.
Gejala
Prostatitis akut ditandai demam menggigil, banyak kencing, kencing terasa sakit, nyeri pinggang bawah dan sekitar dubur. Gejala prostatitis kronis biasanya lebih ringan berupa infeksi berulang pada saluran kemih.
Prostatitis akut ditandai demam menggigil, banyak kencing, kencing terasa sakit, nyeri pinggang bawah dan sekitar dubur. Gejala prostatitis kronis biasanya lebih ringan berupa infeksi berulang pada saluran kemih.
Pengelolaan
- Obat penurun suhu dan penghilang nyeri golongan NSAID
- Antibiotik
- Pada kasus tertentu diperlukan tindakan pembedahan
- Obat penurun suhu dan penghilang nyeri golongan NSAID
- Antibiotik
- Pada kasus tertentu diperlukan tindakan pembedahan
BPH berarti pembesaran prostat dan merupakan masalah kesehatan yang umum ditemukan pada pria. Diduga 50 % pria berusia 50-60 tahun dan 90% pria berusia 70-80 tahun menderita BPH.
Penyebab pasti BPH masih belum diketahui. Faktor yang diketahui berperan adalah bertambahnya usia dan hormon DHT. Dengan bertambahnya usia, prostat diduga makin sensitif terhadap rangsangan DHT.
Gejala.
Prostat yang membesar akan menjepit uretra didalamnya sehingga aliran air seni menjadi tak lancar, pembesaran prostat juga mengarah ke atas sehingga akan mengganggu proses penggosongan kandung kemih. Karena BPH terjadi bertahap maka tidak semua penderita merasakan gejala, keluhan penderita umumnya ialah :
1. Sering kencing (frequency)
2. Sering kencing di malam hari sehingga mengganggu tidur (nokturia)
3. Kencing tak bisa ditahan (urgency)
4. Kencing susah keluar, selain lama juga harus mengejan
5. Aliran air seni lemah dan kecil
6. Rasa tidak lampias
7. Selesai kencing sering masih menentes sehingga celana jadi basah
Prostat yang membesar akan menjepit uretra didalamnya sehingga aliran air seni menjadi tak lancar, pembesaran prostat juga mengarah ke atas sehingga akan mengganggu proses penggosongan kandung kemih. Karena BPH terjadi bertahap maka tidak semua penderita merasakan gejala, keluhan penderita umumnya ialah :
1. Sering kencing (frequency)
2. Sering kencing di malam hari sehingga mengganggu tidur (nokturia)
3. Kencing tak bisa ditahan (urgency)
4. Kencing susah keluar, selain lama juga harus mengejan
5. Aliran air seni lemah dan kecil
6. Rasa tidak lampias
7. Selesai kencing sering masih menentes sehingga celana jadi basah
Diagnosis.
Untuk memastikan apakah seseorang menderita BPH, dokter akan melakukan :
1. Pemeriksaan colok dubur (DRE = Digital Rectal Exam). Pada BPH akan ditemukan permukaan prostat yang rata, mulus dan kenyal.
2. Pemeriksaan PSA (Prostate Spesific Agent). Tes ini mengukur kadar antigen khusus yang dihasilkan prostate dalam darah. Pada BPH nilai PSA masih dalam batas atas normal atau sedikit meninggi.
3. USG transrektal (USG lewat dubur), untuk menilai ukuran prostat, jumlah sisa air seni dalam kandung kemih dan kelainan lain.
4. Uroflowmetri, untuk mengukur kelancaran pancaran air seni saat berkemih.
Untuk memastikan apakah seseorang menderita BPH, dokter akan melakukan :
1. Pemeriksaan colok dubur (DRE = Digital Rectal Exam). Pada BPH akan ditemukan permukaan prostat yang rata, mulus dan kenyal.
2. Pemeriksaan PSA (Prostate Spesific Agent). Tes ini mengukur kadar antigen khusus yang dihasilkan prostate dalam darah. Pada BPH nilai PSA masih dalam batas atas normal atau sedikit meninggi.
3. USG transrektal (USG lewat dubur), untuk menilai ukuran prostat, jumlah sisa air seni dalam kandung kemih dan kelainan lain.
4. Uroflowmetri, untuk mengukur kelancaran pancaran air seni saat berkemih.
Pengelolaan.
Dapat berupa :
1. Pemantauan/Watchful waiting
2. Obat
3. Pembedahan
Dapat berupa :
1. Pemantauan/Watchful waiting
2. Obat
3. Pembedahan
Pemantauan / Watchful waiting.
Dilakukan bila keluhannya masih ringan atau sedang sehingga tidak mengganggu kegiatan rutin. Diperlukan pemantauan berkala untuk evaluasi perkembangan.
Dilakukan bila keluhannya masih ringan atau sedang sehingga tidak mengganggu kegiatan rutin. Diperlukan pemantauan berkala untuk evaluasi perkembangan.
Obat.
Sebagian besar BPH dapat ditangani dengan obat, ada 2 jenis :
1. Golongan alfa-blocker. Obat ini merelaksasi otot di sekitar prostat sehingga jepitan pada uretra berkurang. Umumnya penderita mulai merasakan manfaat 1-2 minggu setelah pengobatan. Efek samping obat ini antara lain gangguan pencernaan, hidung mampet, sakit kepala, lelah, inpotensi dan gangguan ejakulasi. Contoh doxazosin (Cardura).
2. Golongan 5-alpa-reductase inhibitor. Obat golongan ini bekerja menghambat pembentukan hormone DHT dalam prostat sehingga akan mengecilkan prostat yang membesar. Obat ini hanya bermanfaat untuk prostat yang sudah sangat membesar dan diperluka waktu 3 – 6 bulan agar efek obat ini nyata. Efek samping berupa gangguan ereksi, turunnya libido, jumlah semen berkurang. Contoh finasterid (Prostacom).
Sebagian besar BPH dapat ditangani dengan obat, ada 2 jenis :
1. Golongan alfa-blocker. Obat ini merelaksasi otot di sekitar prostat sehingga jepitan pada uretra berkurang. Umumnya penderita mulai merasakan manfaat 1-2 minggu setelah pengobatan. Efek samping obat ini antara lain gangguan pencernaan, hidung mampet, sakit kepala, lelah, inpotensi dan gangguan ejakulasi. Contoh doxazosin (Cardura).
2. Golongan 5-alpa-reductase inhibitor. Obat golongan ini bekerja menghambat pembentukan hormone DHT dalam prostat sehingga akan mengecilkan prostat yang membesar. Obat ini hanya bermanfaat untuk prostat yang sudah sangat membesar dan diperluka waktu 3 – 6 bulan agar efek obat ini nyata. Efek samping berupa gangguan ereksi, turunnya libido, jumlah semen berkurang. Contoh finasterid (Prostacom).
Pembedahan
Hanya untuk BPH berat yang sering disertai komplikasi. Beberapa alternatif ialah :
1. Pemotongan sebagian prostat lewat uretra : TURP (Transurethral resection of the prostate)
2. Pemanasan dengan microwave atau radiofrekuesi,
5. Pembuangan sebagian prostat lewat uretra dengan laser
6. Prostatektomi
Hanya untuk BPH berat yang sering disertai komplikasi. Beberapa alternatif ialah :
1. Pemotongan sebagian prostat lewat uretra : TURP (Transurethral resection of the prostate)
2. Pemanasan dengan microwave atau radiofrekuesi,
5. Pembuangan sebagian prostat lewat uretra dengan laser
6. Prostatektomi
Efek samping pasca-operasi ialah : Perdarahan, impotensi, urgency, frequency, dan tak bisa tahan kencing (inkontinen).
Kanker prostat adalah kanker nomor dua yang sering terjadi pada kaum pria setelah kanker paru-paru. Penyebab kanker prostat sama seperti kanker lain hingga saat ini belum diketahui.
Gejala
Pada stadium awal kanker prostat sering tidak memberi gejala yang khas, berbeda dengan BPH yang terutama mengenai bagian tengah prostat sehingga cepat menimbulkan penyepitan saluran kemih, kanker prostat biasanya terjadi di bagian belakang prostat, sehingga pada stadium awal penderita sering tidak merasakan gangguan berkemih. Tetapi karena kanker prostat terutama mengenai usia diatas 50 tahun dimana prostat sering juga sudah membesar sehingga penderita sering berkonsultasi dengan dokter dengan keluhan-keluhan seperti BPH.
Pada stadium awal kanker prostat sering tidak memberi gejala yang khas, berbeda dengan BPH yang terutama mengenai bagian tengah prostat sehingga cepat menimbulkan penyepitan saluran kemih, kanker prostat biasanya terjadi di bagian belakang prostat, sehingga pada stadium awal penderita sering tidak merasakan gangguan berkemih. Tetapi karena kanker prostat terutama mengenai usia diatas 50 tahun dimana prostat sering juga sudah membesar sehingga penderita sering berkonsultasi dengan dokter dengan keluhan-keluhan seperti BPH.
Dengan makin berlanjutnya penyakit, kanker prostat akan menembus kapsul dan berkembang ke jaringan sekitarnya, dimulai dari kelenjar getah bening dan sekitarnya kemudian sel kanker akan menyebar lewat sistem peredaran darah ke tulang panggul dan tulang belakang.
Untuk memastikan adanya kanker prostat perlu dilakukan pemeriksaan berikut :
1. DRE atau colok dubur, pada kanker prostat akan ditemukan benjolan yang keras, batas tak
Beraturan.
2. Pemeriksaan PSA, dimana akan ditemukan kadar PSA yang tinggi.
3. Pemeriksaan penunjang lain seperti USG transrectal, CT Scan dan MRI
4. Biopsi
Pengelolaan.
1. Prostatektomi. Operasi mengangkat seluruh prostat.
2. Radioterapi.
Dengan sinar radioaktif membunuh sel kanker dengan seminimal mungkin merusak sel sehat.
3. Implant biji radioaktif.
Biji radioaktif ditanamkan kedalam jaringan kanker sehingga efek terhadap sel sehat minimal.
4. Cryoterapi.
Teknik membunuh sel kanker dengan pembekuan.
5. Terapi hormonal.
Karena pembesaran prostat dipicu hormon, dengan manipulasi kadar hormone pembesaran
prostat akan terkendali.
6. Kemoterapi.
Untuk kanker prostat stadium lanjut, tujuannya untuk memperlambat penyebaran sel kanker.
1. Prostatektomi. Operasi mengangkat seluruh prostat.
2. Radioterapi.
Dengan sinar radioaktif membunuh sel kanker dengan seminimal mungkin merusak sel sehat.
3. Implant biji radioaktif.
Biji radioaktif ditanamkan kedalam jaringan kanker sehingga efek terhadap sel sehat minimal.
4. Cryoterapi.
Teknik membunuh sel kanker dengan pembekuan.
5. Terapi hormonal.
Karena pembesaran prostat dipicu hormon, dengan manipulasi kadar hormone pembesaran
prostat akan terkendali.
6. Kemoterapi.
Untuk kanker prostat stadium lanjut, tujuannya untuk memperlambat penyebaran sel kanker.
Pertanyaan terkait:
Question of The Day – mengenai Prostat
Question of The Day – mengenai Prostat
0 komentar:
Posting Komentar